Pelatihan Shalat Khusyu’: Sholat Sebagai Meditasi Tertinggi dalam Islam
October 23, 2008 on 7:44 pm | In Books Review, Self Improvement | No Comments
Pada bulan Ramadhan lalu, sambil menunggu berbuka puasa, kadang-kadang saya melewatkan dengan menonton beberapa program televisi. Tadinya saya memang tidak terlalu memperhatikan secara khusus program TV yang kebanyakan adalah program komedi, namun ada salah satu acara yang berkesan yang disiarkan oleh Metro TV – entah apa nama programnya—yang membahas tentang sholat khusyu’, dipandu oleh Shahnaz Haque dengan nara sumber Ustadz Abu Sangkan.
Saya menonton acara ini hanya dua kali dan itu pun tidak dari awal saya tonton. Namun pembahasan Ustadz Abu Sangkan mengenai mendekatan beliau untuk mendapatkan sholat khusyu’ meninggalkan kesan yang dalam di hati. Dari acara itu saya tahu beliau telah menulis buku tentang sholat khusyu’.
Sengaja saya pergi ke toko buku Gramedia untuk mencari buku karangan Abu Sangkan ini. Saya temukan buku ini di bagian buku-buku ”Best Seller”, berarti buku ini sangat laku keras. Sebenarnya buku-buku yang membahas tentang ”Sholat khusyu” ada banyak, namun karena tujuan saya mencari buku Abu Sangkan, saya tidak lagi membanding-bandingkannya dengan buku-buku lain.B uku ini di Gramedia dijual Rp. 50 ribuan. Judul lengkapnya adalah “Pelatihan Shalat Khusyu’: Sholat Sebagai Meditasi Tertinggi dalam Islam”.
Saya baru baca secara ’skimming’, ketika istri saya ‘minta’ buku itu untuk dihadiahkan kepada bosnya yang ulang tahun. “Di toko buku habis”, katanya. Ya sudah, saya relakan saja, asal diganti lagi nanti dengan yang baru. Oleh karena itu saya belum membaca secara seksama isi buku itu.
Saya tidak tahu persis mengapa buku ini sangat laris sekali, karena buku yang membahas sholat khusu sangat banyak. Dugaan saya, Abu Sangkan, lewat buku ini, menawarkan pendekatan dan metode baru untuk mendapatkan kekhusuan dalam ibadah sholat, yaitu meditasi. Program meditasi (yoga dan sebagainya) saat ini sedang digandrungi oleh orang-orang super sibuk, sangat sibuk dan cukup sibuk untuk mencari keseimbangan duniawi dan jiwa. Kelas-kelas yoga, buku petunjuk meditasi laku dicari orang (termasuk saya). Memang kita, umat muslim, lupa bahwa sholat itu dapat menjadi bentuk meditasi yang hakiki bagi seorang muslim.
Membangun Tiada Henti: Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang PU 2007
August 29, 2008 on 10:06 am | In Books Review | No Comments
Judul : Membangun Tiada Henti: Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang PU 2007
Penyusun : Departemen Pekerjaan Umum
Penerbit : Departemen Pekerjaan Umum
Tahun Terbit : 2008
Buku ini memaparkan bagaimana apresiasi diberikan oleh Departemen Pekerjaan Umum kepada Pemerintah Daerah atas prestasi dan inovasi penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum. Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk “PENGHARGAAN PEKERJAAN UMUM”. Apresiasi ini merupakan hasil dari kegiatan penyelenggaraan Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU).
Dalam buku ini pembaca akan mendapatkan kota dan propinsi mana yang berprestasi dalam penyelenggaraan infrastruktur ke PU an, yang meliputi bidang penataan ruang, sumber daya air, bina marga, cipta karya, dan pembinaan jasa konstruksi. Berikut adalah kota dan propinsi yang dinilai kinerja penyelenggaraannya infrastruktur Pu-nya paling baik se Indonesia:
BIDANG PENATAAN RUANG
SUBBIDANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG
- Kota Bitung
- Kabupaten Probolinggo
SUMBER DAYA AIR
SUBBIDANG PENGELOLAAN IRIGASI
- Kabupaten Kuningan
- Kabupaten Pemalang
BINA MARGA
SUBBIDANG PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN
- Provinsi Jawa Tengah
- Kabupaten Kuningan
- Kota Surabaya
CIPTA KARYA
SUBBIDANG PENYELENGGARAAN AIR MINUM
- Kota Palembang
- Kota Bogor
- Kota Madiun
SUBBIDANG PENYELENGGARAAN SANITASI-DRAINASE
- Kota Palembang
- Kota Padang
- Kota Mataram
SUBBIDANG PENYELENGGARAAN SANITASI-PERSAMPAHAN
Kota Surabaya
Kota Yogyakarta
Kabupaten Jombang
SUBBIDANG PENYELENGGARAAN SANITASI-AIR LlMBAH
- Kota Banjarmasin
- Kabupaten Magelang
- SUBBIDANG PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN
- Kota Surabaya
- Kota Surakarta
- Kota Pekalongan
SUBBIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN PERDESAAN
- Kabupaten Sleman
SUBBIDANG PEMBINAAN BANGUNAN GEDUNG
- Kota Surabaya
- Kota Pontianak
- Kabupaten Bangkalan
PEMBINAAN JASA KONSTRUKSI
SUBBIDANG PEMBINAAN PENYELENGGAHAAN JASA KONSTRUKSI
- Provinsi Jawa Barat
- Kota Surabaya
Buku ini lumayan dapat menjadi bahan ‘iri-irian’ bagi pemerintah daerah lain yang belum berprestasi dalam penyelenggaraan infrastruktur ke-PU-an, termasuk kotaku yang tercinta, Bandung! kapan ya Bandung disebut-sebut dalam buku ini ……
STOP MEROKOK ! Saat Merokok Anda Mengisap 4000 Bahan Kimia
August 10, 2008 on 9:57 am | In life style | 2 CommentsTahukah Anda, wahai para perokok, ketika mengisap sebatang rokok, Anda mengisap kurang lebih 4000 bahan kimia, diantaranya racun-racun berikut ini:
- Hydrogen Cyanide, adalah racun yang digunakan untuk pelaksanaan hukuman mati
- Acetone, bahan yang digunakan untuk penghapus cat
- Toluidine
- Ammonia (pembersih lantai)
- Urethane (bahan penyebab kanker)
- Methanol (bahan bakar roket)
- Toluene (Pelarut Industri)
- Pyrene (bahan penyebab kanker)
- Arsenic (Racun semut putih)
- Dimenthylnitrosamine
- Dibenzacridine (penyebab kanker)
- Nepthalene (kapur barus)
- Phenol
- Buthane (bahan bakar korek api)
- Cadmium (Dipakai pada accu mobil)
- Polonium -210 (penyebab kanker)
- Carbon Monoxide (gas racun yang keluar dari knalpot)
- Vinyl Chloride (bahan plastik PVC)
- Benzopyrene (penyebab kanker)
Semoga informasi ini akan menjadi salah satu alasan Anda berhenti merokok sekarang!.


Kuis Manajemen Waktu: Sikap Terhadap Waktu
August 5, 2008 on 1:34 pm | In Self Improvement | No CommentsApakah Anda termasuk orang yang mengabiskan waktu secara bijaksana? Kuis berikut akan membantu Anda menjawab pertanyaan tersebut. Jawablah setiap pertanyaan di bawah ini secara jujur!
|
Tes Waktu
|
Selalu |
Biasanya |
Kadang2 |
Jarang |
Tdk Pernah |
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
|||||
|
Hitunglah Hasil Angket Dengan Cara Berikut!
| Kalikan jumlah jawaban (Selalu) dengan angka 5 | …..x 5 = |
| Kalikan jumlah jawaban (Biasanya)dengan angka 4 | …..x 4 = |
| Kalikan jumlah jawaban (Terkadang) dengan angka 3 | …..x 3 = |
| Kalikan jumlah jawaban (Jarang) dengan angka 2 | …..x 2 = |
| Kalikan jumlah jawaban (Tdk. pernah) dengan angka 1 | …..x 1 = |
| Jumlah | = ……………… |
Makna Score Anda:
- Jika total jumlah jawaban Anda antara 54-60. Berarti Anda telah memanfaatkan waktu secara efisien.
- Jika total jumlah jawaban Anda antara 45-53. Berarti nilai Anda sangat baik Oayyid jiddan), tetapi Anda masih membutuhkan motivasi tambahan untuk meraih cumlaude (mumtaz).
- Jika total jumlah jawaban Anda antara 30-44 . Berarti Anda memiliki beberapa masalah, meskipun yang Anda lakukan saat ini belum masuk dalam kategori buruk. Anda tentu tidak dapat meraih tingkat mumtaz, sehingga. Anda mampu mengelola waktu dengan serius.
- Jika total jumlah jawaban Anda antara 12-29. Berarti Anda bergantung pada nasib, atau ada faktor-faktor di luar kebiasaan yang membuat Anda masih dapat eksis di bidang kerja Anda. Meskipun demikian, Anda masih memunyai kesempatan untuk memperbaiki diri secara mengagumkan. Jika, Anda mengerahkan potensi untuk mengubah gaya hidup yang tengah berjalan, Anda sekarang menghadapi tantangan nyata, tetapi dengan mengelola waktu, Anda dapat menghadapi tantangart itu serta meraih kesuksesan. (Dikutip dari Buku Manajemen Waktu Karya M. Ahmad Abdul Jawwad, 2004).
Belanja Rokok Orang Indonesia Rp 50,48 T per Tahun: Sungguh Pantas Kalau Rokok Haram Hukumnya
August 4, 2008 on 8:57 am | In It's my life | 6 CommentsHasil simulasi Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LDFEUI) menyatakan bahwa rata-rata pengeluaran rumah tangga perokok per bulan untuk membeli rokok tahun 2005 adalah Rp 113.089. Jumlah rumah tangga yang memiliki pengeluaran rokok adalah 37.460.582, sehingga pengeluaran untuk membeli rokok secara nasional tahun 2005 mencapai 37.460.582×113. 089×12 = Rp 50.48 triliun. Hal ini berarti bila dilakukan hitung-hitungan jumlah BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang diberikan untuk keluarga miskin masih dibawah dari keperluan konsumsi membeli rokok. Rata-rata belanja rumah tangga miskin untuk rokok sebesar 12,43 persen dari total pengeluaran atau setara dengan 15 kali untuk membeli daging, 8 kali untuk pengeluaran pendidikan, 6 kali untuk kesehatan. Pengeluaran perokok miskin untuk rokok 12,6 persen lebih tinggi dibandingkan rumah tangga perokok kaya yang hanya 8,3 persen.
Ditinjau dari sudut apapun rokok lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaat. Memang di satu sisi industri rokok bukan saja tambang pendapatan pemerintah menggiurkan, tapi juga menyerap jutaan tenaga kerja, mulai karyawan, distributor, agen/sales bahkan petani cengkih dan tembakau. Bahkan industri rokok mampu menjadi penyandang dana kegiatan yang semestinya antirokok seperti even olahraga, pentas kreativitas siswa, dan beasiswa. Dan dari rokok terlahirkan orang-orang terkaya di Indonesia dan Asia. Misalnya Budi Hartono (pemilik Djarum) sebagai orang terkaya kedua di Indonesia setelah Aburizal Bakrie. Lainnya, Putera Sampoerna (Sampoerna Capital) di urutan kelima dan disusul (Alm) Rachman Halim (Gudang Garam) posisi enam sebagai orang terkaya Indonesia. Namun kalau melihat dampaknya terhadap kehidupan masyarakat miskin yang bodoh, yang membelanjakan hasil jerih payahnya untuk membeli rokok, bukan untuk belanja keperluan yang lebih bermanfaat, pemerintah seharusnya tidak bersifat ambivalent, mendua, alias tidak puguh.
Kalau pemerintah tidak pasti, bagaimana peran ulama. Kapankah ulama akan bersepakat bahwa rokok itu haram?
Prinsip Dasar Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan
July 31, 2008 on 11:21 am | In Books Review | No Comments
Judul : Prinsip Dasar Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan
Pengarang: Aca Sugandhy, Rustam Hakim
Penerbit: Bumi Aksara
Tahun Terbit : 2007
Edisi : 1
Memang agak susah mengaplikasikan yang diungkapkan dalam buku ini. Buku ini dan buku-buku serupa tentang sustainable development kebanyakan pembahasannya mengawang-awang , tidak membumi dan menggunakan bahasa “dewa”. Buku ini bukan konsumsi masyarakat umum, tetapi akan lebih berharga bagi para pembuat kebijakan dan para akademisi yang concern terhadap lingkungan yang terbiasa dengan wacana. Namun dengan mengutip kata pengantar yang ditulis oleh Prof. Dr. Emil Salim dalam buku ini, bahwa perlu diwujudkan gagasan pembangunan yang berpihak kepada peningkatan kualitas hidup rakyat dan kelestarian lingkungan secara trans-generasi. Nah, kalau kata kuncinya ‘peningkatan kualitas hidup rakyat’, rasanya pembaca awam akan tidak terlalu sulit memahami prinsip sustainable development.
Makassar, Kota Terbesar di Indonesia Timur
July 23, 2008 on 1:00 pm | In Cities I have been there | No CommentsDari tanggal 17 sampai dengan 22 Juli 2008, saya berkesempatan untuk menikmati suasana kota Makassar. Ini adalah kunjungan pertama saya ke kota ini. Kesan pertama yang saya tangkap dari kota ini adalah Makassar telah giat-giatnya berbenah diri untuk menjadi kota metropolitan. Selepas dari Bandara Hasanuddin menuju kota, saya dapati pembangunan jalan layang dan jalan tol tengah berlangsung beserta kemacetan lalulintasnya.
Saya menginap di Hotel Losari Metro jl. Chairil Anwar, daerah dimana -kata sopir travel yang saya tumpangi- berdiri rumah-rumah orang penting asal Makassar di Jakarta. Sopir travel menyebutkan beberapa nama orang penting, namun tak satu namapun yang saya ingat. Maaf.
Hotel Losari Metro dekat dengan Monumen Mandala dan Lapangan Karebosi. Sayang Monumen Mandala sepertinya tidak terawat. Sedangkan lapangan Karebosi tengah dalam rehabilitasi. Hotel yang saya tempati juga dekat dengan pantai losari. Jadi setiap sore menjelang maghrib, sehabis “kerja”, saya pergi ke pantai untuk menikmati sunset.

Orang Makassar kalau berbicara memang nadanya keras dan cepat. Lain bila dibandingkan dengan orang Jawa atau Sunda yang lembut dan pelan. Tetapi dibalik itu tercermin keramahan dan ketulusan untuk menolong dan membantu sesama. Makanya saya tidak percaya kenapa Mahasiwa Unhas seringkali diberitakan tawuran antar mahasiswa, atau melakukan demo.
Dibandingkan dengan Bandung, Makassar lebih unggul dalam hal lebar jalan. Jalan-jalan di dalam kota Makassar lumayan lebar dan beberapa ruas jalan mempunyai trotoar yang lebar untuk pejalan kaki dan bebas PKL. Namun ikut-ikutan Bandung, banyak jalan satu arah!.
Secara keseluruhan, untuk type kota besar, dengan sekala 0-100, saya nilai Makassar 80 ki!

Berhenti Merokok itu Logis
June 8, 2008 on 9:55 pm | In It's my life | 1 CommentDulu, duabelas tahun yang lalu, saya adalah perokok berat. Rata-rata 3 bungkus gudang garam filter saya hisap setiap harinya. Saya mulai mencoba-coba menghisap rokok semenjak kelas 2 SMP. Sekarang saya tidak merokok lagi. Saya berhenti merokok memang melalui proses. Proses dimana pemikiran saya terus berkembang ke arah yang logis.
Bagi saya segala perbuatan manusia dikendalikan oleh pikiran dan perasaan, namun pikiran yang harus lebih dominan karena disanalah sumber kebijakan. Keduanya mendorong kemauan, hasrat, keinginan dan sikap yang kemudian tercermin dalam perilaku dan perbuatan.
Demikian halnya dengan rokok. Perokok adalah orang yang tidak menggunakan pikiran atau akalnya dengan baik. Dia tentu tahu atau pura-pura tidak tahu bahwa merokok itu dapat merusak kesehatan, karena tertera dalam bungkus rokok, peringatan “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin“. Peringatan ini mungkin tidak berarti apa-apa bagi hampir sebagian pecandu nikotin ini. Mengapa? karena mereka tidak menggunakan logikanya dengan baik. Sudah tahu rokok itu hal yang buruk, tapi karena hasrat dan dorongan nafsu untuk merokok, logikanya menjadi tidak jalan.
Saya ingat waktu saya masih kuliah di Fikom Unpad. Waktu itu saya masih merokok- mengingat itu saya merasa berdosa- . Ada beberapa tipe dosen yang saya jumpai waktu itu. 1. Dosen dengan terang-terangan meminta mahasiswa menyediakan sebungkus rokok ketika dia mengajar dan tentu saja dia memperbolehkan mahasiswanya merokok ketika di ruangan ketika kuliah berlangsung; 2. Dosen yang tidak peduli bila ada mahasiswanya merokok ketika kuliah sedang berlangsung ; 3. Dosen yang merokok ketika memberikan kuliah, tapi melarang mahasiswanya merokok; dan yang terakhir, 4. Dosen yang tidak merokok dan melarang dengan keras mahasiswanya merokok di ruang kuliah. Mudah-mudahan sekarang ini semua dosen di Fikom UNPAD termasuk dosen tipe 4.
Menurut saya, sebaiknya kampus itu dijadikan daerah bebas rokok. Baik dosen, mahasiswa maupun karyawan atau siapapun tidak diperbolehkan merokok di lingkungan kampus. Hal ini sesuai dengan tujuan kampus yaitu mendidik. Merokok sama sekali tidak mendidik. Kampus adalah tempatnya orang-orang yang mengagungkan akal, logika! Karena merokok tidak logis, maka tidak pantas orang merokok di lingkungan kampus.
Ada banyak alasan bagi perokok untuk segera, pada saat ini, berhenti merokok. Beberapa alasan yang saya temui dari beberapa situs antara lain:
- Merokok terbukti dapat merusak sperma
- Merokok dapat meningkatkan keinginan untuk bunuh diri
- Berhenti merokok dapat memulihkan arteri
- Merokok dapat merusak sistem reproduksi
- Merokok dapat menyebabkan bau mulut
- Perokok berisiko tinggi terserang dementia
- Merokok tingkatkan resiko diabetes
- Rokok bisa tingkatkan kolestrol
- Merokok dapat menyebabkan katarak
- dan seabreg alasan lain yang apabila anda, perokok, dapat menggunakan sedikit logikanya, pasti anda berhenti merokok.
Kalau logika anda tidak jalan, coba anda simak, dengan perasaan hati terdalam, puisinya Taufik Ismail berikut ini. Kalau anda masih tidak mau berhenti merokok setelah membaca puisi ini, hanya maut yang bisa menghentikan anda merokok.
Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.


Pelajaran Hari Ini: Welcome to the Real World
May 27, 2008 on 10:17 pm | In It's my life | No CommentsHari ini adalah hari yang menjengkelkan bagi saya. Kenapa? Karena sejak menjadi ketua panitia pengadaan barang jasa-untuk pertama kalinya- nama saya dicatut orang untuk meminta duit kepada perusahaan-perusahaan yang ikut lelang dengan janji saya akan memenangkan perusahaan mereka. Padahal saya tidak pernah menjanjikan siapapun menang dalam pekerjaan yang saya lelangkan dengan meminta sejumlah uang. Itu haram bagi saya!
Ada saja orang yang mentalnya penipu memanfaatkan kondisi dimana penyedia jasa sangat berkeinginan untuk memenangkan lelang yang mereka ikuti. Si penipu menghubungi mereka melalui telepon dan mengaku sebagai panitia lelang dan menjanjikan akan memenangkannya asal menyetor sejumlah uang. Dan gobloknya apabila ada perusahaan, karena saking ingin menang, mau membayar tanpa tahu bahwa mereka itu tertipu.
Melalui blog ini, entah ada yang baca atau tidak, saya ingin menghimbau kepada para penyedia jasa jangan mudah percaya apabila ada orang yang menjanjikan hal seperti di atas dan mengatasnamakan panitia lelang. Percayalah, bagi saya sendiri, menjadi panitia lelang adalah tugas yang berat, berisiko dan harus diselesaikan dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak terlintas dalam pikiran saya, walaupun pekerjaan yang dilelangkan miliaran rupiah, untuk mengambil keuntungan dari padanya dengan cara-cara yang tidak halal. Pekerjaan ini saya anggap ibadah.
Dari pengalaman hari ini, saya mendapatkan pelajaran yang berharga. Saya sadar bahwa masih banyak orang di dunia ini yang terlalu dan selalu mendewakan uang. Uang bagi mereka adalah segalanya. Tidak peduli apakah uang itu diperoleh dengan merugikan orang lain atau tidak, haram atau tidak. Saya tidak mengerti bagaimana teganya si penipu berusaha membodohi orang lain dengan mengatasnamakan orang yang tidak berdosa untuk mengeruk keuntungan. Tapi saya paham bahwa modus ini terjadi karena banyak sekali penyedia jasa yang sangat ingin mendapatkan pekerjaan walaupun harus menempuh cara-cara kotor, KKN. KKN ini memang tumbuh subur di masa-masa yang lalu, dan masih tersisa di masa sekarang (sisa banyak atau sedkit, saya tidak tahu).
Dari kejadian ini saya tersadarkan, welcome to the real world!
Pengumuman Lelang Pengembangan Model Pengelolaan Sampah Kota dan TPA di Kota Banjar
May 22, 2008 on 6:51 pm | In Uncategorized | No Comments

Entries and comments feeds.
Valid XHTML and CSS. ^Top^
21 queries. 0.336 seconds.
Powered by WordPress with jd-sky theme design by John Doe.
